Halo, Guys. Kembali lagi bersama Benix. Hari ini adalah hari kedua gue nih di Pulau Obi, Maluku Utara. Ini sebuah pulau yang namanya mungkin jarang terdengar nih di telinga banyak orang Indonesia ya. Tapi di sinilah salah satu aktivitas hilirisasi tambang nikel yang paling besar di Indonesia. Industri ini katanya dapat menentukan masa depan energi dunia. Apa itu? nikel, guys. Jadi, rencana hari ini kita sebenarnya cukup ambisius sih. Gua itu pengen banget lihat langsung proses penambangan nikel dari awal sampai jadi produk akhir yang namanya Veronikle, Guys. Di sini prosesnya dikenal dengan nama RKF atau Rotary Killn Electric Furnace. Inilah sebuah teknologi state of the art peleburan yang paling canggih, bahkan sering disebut-sebut sebagai jantung dari industri pengolahan nikelu modern. Ya, jujur aja gua pengen ngelihat sendiri, Guys. Apakah prosesnya benar-benar semegah, sehebat yang dibicarakan banyak orang atau justru menyimpan sisi lain yang jarang disorot kamera, Guys. Tapi sayang nih, Guys, rencana tinggal rencana karena sejak pagi langit di Pulau Obi itu berubah drastis. Awannya gelap banget, Guys. Anginnya sangat kencang dan hujan yang turun itu deras banget. Nah, gua kan enggak mau sakit, ya. Jadi kayaknya nih gua terpaksa harus tunda niat kita buat mengunjungi lokasi tambang. Cuman ya kita manfaatin lah mumpung di sini gua rasa ada sisi lain lagi yang bisa kita gali nih. Karena investigasi kan bukan cuma soal arat berat ya, Guys. Bukan cuma soal furnace, tungku, peluburan atau angka-angka produksiah. Tapi kita juga harus tahu nih soal manusia-manusianya yang ada di balik industri tambang ini. Industri smelter kita. Orang-orang yang setiap hari hidup berdampingan dengan tambang. Apa mereka juga merasakan dampaknya enggak sih? So, sambil nunggu hujan akhirnya gua cari orang-orang yang lagi lewat buat kita ajak obrol santai nih, Guys. Laki nih kita nih, Guys. Kita hoki banget karena kita ketemu salah satu karyawan nih di Harita Nikel tadi lewat mar-mandir di depan. Gua panggil aja namanya Mbak Yuvita. Kaget gua ketika gua panggil, gua kira ini orang dari Jakarta nih. Ternyata orang asli obi. Tunggu apaagi? Yuk, langsung kita ngobrol sama Mbak Yuvita. Halo, salam kenal Kak Yuvita. Halo, apa kabarnya? Sehat, sehat selalu. Siap. Thank you. L kita udah mau direpotin nih kita kunjungan. Saya lagi hujan ya, enggak bisa lihat ke bawah. Iya, aman. Tapi boleh diterangin enggak? Saya kaget loh pas mau ketemu sama ahlinya nikel di Harita untuk edpal. Ternyata ketemunya sosok wanita. Tadinya saya berharap ketemu bapak-bapak umur 50 tahun gitu, profesor terata yang datang, wow. Mbak-mak Ambon Manising. Oke. Masih ada daerah Ambonnya? Betul. Apa? Bapak Maluku. Bapak Maluku. Mama? Mama Buton. Buton. Iya. Tapi asli Pulau Obi. Asli Pulau Obi. Dan sebetulnya kan banyak orang masih di Indonesia yang salah paham ya soal nikel ini. Misalkan kayak tadi saya lihat juga ternyata fasilitas nikel itu ada dua. Satu yang pakai api, satu yang pakai air. Heeh. Bedanya apa sih sebetulnya? Kalau yang kita yang pakai air itu hidrometalurgi namanya hidrometaluri. Itulah bidangnya Kak Yuvita. Betul. Tapi kalau yang pakai api itu pirometalurgi. Pirometalurgi. Jadi teman-teman biar enggak salah kapra. So nikel itu ada dua. Tergantung dari mana sih kamu pengin dapat output produknya. Ya. Kalau penginnya dapat feronikel masukinnya nikel kadar tinggi. Inilah yang namanya saprolit. Saprolit. Saprolit kita masukin ke pyro itu ya. Namanya mesinnya apa sih? Proses pirometalurgi. Proses pirometalurgi itulah nanti di smelter bilang ya. Betul. Keluarnya nanti veronical. Wih, berat, Guys. Ini kelihatannya sama-sama penuh loh. Tapi ini ringan. Ini berat banget. Inilah berarti veronikel. Berarti ada nikel sama besi di sini. Betul. Inilah kemudian yang dipakai buat stainless steel ya. Iya. Oke, Guys. Jadi, kan teman-teman mengira ya banyak barang-barang nikel itu ee salah kaprah. Mereka kira ini nanti berubah jadi baterai. Padahal enggak, Guys. Mayoritas baterai, mobil listrik contohnya orang bilang katanya merusak lingkungan atau apa, enggak. Karena itu mereka pakai lithium. Tapi output produk ini adalah nikel, feron nickel yang dipakai untuk stainless steel. Ya, jadi kan stainless steel itu biasanya orang pakai buat bikin apa ya? Sendok, sendok, pagar, rumah, garpu, mobil, rumah, bikin kapal. Jadi semua yang berbasis stainless steel pasti pakai ini. Termasuk motor kamu di rumah pasti rangkanya pun pakai stainless steel supaya kuat, kokoh, dan enggak gampang berkarat. Tapi itulah hasil produk Veronicle. So, Veronicle itu mayoritas dipakai buat industri yang kamu pakai hari-hari di rumah kamu. Bahkan mungkin kursi rumah kamu di teras pun pakainya di sini nih dari Veronicle. Wah, seru banget ya, Guys, ngobrol sama Mbak Yuvita. Jarang-jarang loh kita bisa ketemu cewek ahli tambang yang kerja dan tinggal di daerah tambang juga, Guys. Eh, ternyata ahli kimia ini si Mbak Yuvita ini asli penduduk Pulau Obi. Nah, kita jadi banyak tahu nih, Guys, soal pertambangan nikel, ya. Ternyata memang ada dua jalur utama ya pengolahan yang sering dipakai dan semuanya berawal dari apa yang ada di dalam tanah. Jadi, gua juga baru ngerti nih, ternyata di bawah permukaan bumi yang kelihatannya cuma tanah biasa, ternyata ada lapisan-lapisan yang punya kandungan mineral berbeda, Guys. Contohnya nih buat nikal sendiri, ada dua lapisan yang paling sering dibicarakan. Yang pertama lapisan sarolit dan yang kedua lapisan limonit. Nah, lapisan sarolit biasanya berada di bagian yang lebih bawah, Guys. Jadi, bagian lebih dalam. Teksturnya lebih keras tanah ini. Kenapa? karena kandungan nikelnya relatif lebih tinggi. Inilah jenis biji nikel yang biasanya diolah menggunakan proses RKF yang tadi kita sebetulnya mau lihat langsung nih. Nah, proses melter RKF ini lebih cocok buat menghasilkan produk seperti NPI, nickel pick iron dan veronicle yang banyak dipakai di industri baja tahan karat alias stainless steel. Dan produk akhir turunannya biasanya digunakan nih buat bikin sendok di rumah kamu. Garpu, pisau, pagar, rangka motor, under deal mobil sampai kursimu yang tahan karat itu pasti ada kandungan nikelnya. Eh, by the way guys, ternyata hujan udah mulai reda nih, guys. Wah, good news nih. Akhirnya kita bisa lanjut jalan lagi nih. Yuk, kita jalan langsung ke lokasi pengolahan nikel edge P. Nah, tadi kan kita tahu ada lapisan dalam tanah yang bagian bawah itu namanya lapisan saprolit. tanahnya diproses melalui smelter RKF ini. Nah, terus gimana bagian tanah yang di atas? Ternyata ceritanya enggak berhenti di situ, Guys. Karena di tanah lapisan atas zaman dulu memang dianggap kurang bernilai, dianggap sampah, yaitu lapisan dimonit ini. Tetapi ternyata tanah ini yang warnanya cenderung kemerahan itu mengandung kandungan besi yang tinggi. Dan kadar nikelnya walaupun lebih rendah dibandingkan saprolit, tapi sekarang sudah bisa diolah. Nah, beruntung nih buat Indonesia karena limonit ini yang zaman dulu dibuang begitu saja karena dianggap tidak ekonomis untuk diolah dengan datangnya teknologi baru yang namanya teknologi HP alias high pressure acid leach, metode pengolahan yang pendekatannya berbeda nih dibandingkan dengan RKF yang menggunakan panas tinggi. Jadi kalau RKF itu bermain di suhu tinggi dengan tungku listrik raksasa, HP justru menggunakan tekanan tinggi dan larutan asam buat mengekstrak nikel dari biji lemonid ini, Guys. Nah, prosesnya kompleks, infrastrukturnya besar dan investasinya juga tidak kecil. Tapi hasil akhirnya hilirisasi nikel dari proses Edge Pal ini justru membuka pintu baru bagi masa depan industri nikel di Indonesia. So, kita cari tahu yuk lebih dalam lagi tentang proses pengolahan HP ini. Let's go, guys. Halo, Guys. Sekarang kita berada di unit Edge Pal. Ini salah satu pengolahan. Jadi kalau teman-teman tahu kan kemarin kita sudah lihat tuh ada unit yang memproduksi Veronikel. Coba kita langsung tanya sama ahlinya. Perkenalan dulu dong sama beliau. Namanya siapa? Saya Fauzan, Pak. Fauzan salam kenal. Dari divisi apa? Divisi produksi. Divisi produksi untuk EDAL. Betul. Untuk kalau EDAL produksinya apa? Untuk Aspal di kita di harita tersendiri itu ada empat. Ada empat ee produksinya itu yang pertama adanya MHP atau mic Hidroset Persipitat. He. Kemudian adanya nikel sulfat. Nikel sulfat. Yang ketiga adanya cobalt sulfat. Cobalt sulfat. Yang keempat dan terakhir adalah cobalt elektroda. Cobalt Betul. Ini semua karena ada mesin ini. Betul. Ini adalah salah satu mesin utamanya di produksi e keempat yang tadi itu. Namanya mesin apa ini? Ini kita sebut auto cleve, Pak. Autocle. Betul. Oke. Boleh dijelasin enggak sih gimana caranya tanpa api, tanpa proses pembakaran kok bisa dapat nikel? pertama OR OR-nya berbeda sama yang RKF. OR di sini kita menggunakan ormonid di mana menggunakan ormonid itu kandungan nikelnya di bawah 1,2%. Kemudian kita cuci orinnya menggunakan air. Sekalian kita cuci, kita pisahkan antara pengotor-pengotor seperti batu, serpian-serpian kayu. Kalau tanahnya yang kita gunakan sebenarnya setelah kita cuci kita langsung masukkan ke area sini. Sebelum masuk ke autoc, kita panaskan terlebih dahulu untuk mempercepat reaksi dari pemisahan nikelnya itu. Tanahnya dipanasin dulu. Iya. Anasnya kita panaskan. Berapa derajat? Sekitar 150 derajat di sini. Oh, kecil dong. Betul. Biasanya sampai ribuan tuh yang veronikal ya. Kalau di veronikalle kan karena dia menggunakan api. Kalau di sini haram. Haram. Haram menggunakan api di sini. Nah, di area sini tabung tiga ini adalah salah satu cara pemanasannya, Pak. Mulai dari 100 derajat, 120 sampai 150 bertahap pemanasan. Bertahap ya. Ini yang paling kiri 100 derajat. Betul. Terus nanti pindah ke kanan. Ke kanan 120, ke sebelah kanannya lagi 150. Setelah dari ini, ini ada ee pompa dua ini I yang biru di bawah sini adalah pompa dengan ee temperatur tinggi. Jadi dia mampu memompa OR dengan temperatur tinggi sebelum masuk ke autoc-nya. Oh sori. Jadi dari situ turun ke sini terus didorong ya pakai pompa ini masuk ke aut. Betul. Oke, di autocraps ini kita tambahkan ada yang namanya asam sulfat. Asam sulfat sama steam tadi. Steam. Betul. Jadi pada saatnya cokolif ini kita masak ini dimasak dimasak dengan ee temperatur tadi 150 dari sini masuk di atok dengan steam tambahan asam sulfat terus ada tekanan juga menjadi 250 derajat. 250 masih kecil sih 250 derajat kecil. Betul. Makanya enggak terasa panas ya di sini ya. Betul. Tidak terasa terlalu panas lah kalau misalkan ee daerah sini. Terus di sini tadinya saya pikir konklave itu goyang-goyang loh di dalamnya. Di dalamnya kayak panci aja, Pak. Panci. Jadi mesin ini adalah pancinya. Kalau misalkan kita bikin sayur sopornya itu ada lemonit tadi terus ada limestone dan segala macam. Digabungnya di sini, dimasaknya di sini. Enggak diaduk. Diaduk pakai agitator saja. Ada di dalam. cuman agar tidak menggumpal aja, Pak. Kemudian di dalam otok ini kira-kira itu 1 jam. 1 jam. 1 jam kita proses di dalam otok ini 1 jam. Setelahnya kita kasih bumbunya ada di mesin selanjutnya di sana. Di mana? Sebelah sana itu sebelah sana. Ini sama. Itu sebenarnya sama. Ini beda lain aja. Cuman mesin selanjutnya ada di sebelah sana. Bumbunya apa? Rahasia. Ee bumbunya betul rahasia. Bumbu rahasia, Guys. Jangan salah ya. Bukan cuma restoran pagi sore bumbunya rahasia. Mau bikin nikel juga pakai bumbu rahasia loh supaya racikannya pas. Bumbu rahasia. Setelah itu kita pres pisahkan antara padatan sama cairannya. Bukan di sini dong presnya. Bukan di sini. Ada lagi tempat lagi. Tempat lain. Kalau itu yang vertikal itu kali ya. Betul yang vertikal. Alat prnya apa namanya? Mesin petter price biasa aja sih, Pak. Press biasa aja. Iya. Pakai hidrolik. Pakai hidraik. Betul. Oh, simpel banget. Mekanis dong. Betul. Mekanis. Tar tekan ke bawah. sampai MHP-nya habis di bawah. Ee MHP-nya kan dibentuknya padatan, Pak, ya. Yang kita ambil itu padatannya produknya itu padatannya. Jadi, MHP-nya turun ke bawah dialirkan menju menggunakan conveyor dipackaging langsung. Packaging? Iya. Di jumbo bag itu di karung. Oh, itu sudah bisa dijual? Sudah bisa. Itu adalah salah satu produk yang bisa kita jual saat ini. Dari segala prosesnya akhirnya keluar juga satu produk pertama. Iya. Masih ini masih ada lagi lanjutannya. Betul. bisa ada lanjutannya MHP yang Maca yang warna hijau itu, Guys. Terus dari situ apa lagi? Nah, setelah dari situ, dari MHP tersebut kita bisa kembangkan lagi nih produknya menjadi tiga produk yang tadi yang saya sebutkan. Yang pertama nikel sulfat, sulfat. Yang kedua kobalt sulfat, dan yang ketiga adalah kobalt elektroda. Kobalt elektroda. Betul. Pakai apa caranya? Nah, untuk caranya produksi Nikol Sulfat sama kobalt sulfat sama kobalt elektrode itu mungkin nanti, Pak, ada selanjutnya lagi, beda lagi. Betul. Karena enggak bisa pakai mesin ini. Mesin ini HPAL ini untuk menghasilkan MHP aja ya. Terima kasih banyak nih, Pak Fauzan. Sama-sama, Pak. Thank you so much. Sama-sama, Pak. Oke, Guys. Jadi, tadi kita sudah lihat ya, bagaimana pengolahan dipal bisa menghasilkan yang namanya MHP atau maca. Itu aja ah bisa dijual tuh nikelnya tuh MHP. Tapi kalau lu mau hilirisasi lagi lebih lanjut juga bisa. Karena MHP kalau diproses lagi bisa jadi tiga. Yang pertama keluar nikel sulfat, yang kedua bisa dapat yang namanya cobalt sulfat, dan yang ketiga dapat electro winning cobalt. Nah, di belakang kita ini udah masuk nih ke fasilitas buat pengolahan itu. Jadi, MHP yang mau diolah lebih lanjut lagi menjadi produk-produk ini. Kita langsung tanya aja deh sama Alhinya. Ada yang lagi kerja enggak di sini? Eh, halo, Bang. Maaf, Bang. Selamat sore. Sorry mengganggu nih. Kita culik sebentar. Boleh? Boleh, Pak. Namanya siapa? Nama saya Jonathan Kristian. Ya, Jonathan Kristian. Usia usia 27 tahun sebagai general foran di area refining plan. Ini namanya refining Refining. Boleh dikasih tahu enggak sih bedanya ini sama tadi pal yang kita datangin apa? Oke. Jadi bedanya plan MHP dengan refining plan sendiri, MHP merupakan produk setengah jadi dari area kita. Sedangkan kita ini yang merupakan produk setelah MHP atau produk jadinya atau satu tahapan menuju prekursor baterai mobil seperti itu ya. Jadi perbedaannya di fasilitas tersebut untuk kadar nikel maupun cobalt-nya otomatis di area kita sudah lebih murni lagi. Sudah lebih tinggi ya. Sudah lebih tinggi lagi untuk nikel dan cobalt-nya seperti itu ya. Berapa persen untuk produk tadi? Ada tiga ya. Tadi ada nikel sulfat. Nikel surpat kita itu nikelnya memiliki kandungan di 22%. 22% ya. Sedangkan kalau kobalt-nya itu memiliki kandungan di 21%. Lalu untuk elek winning cobalt, kobalt-nya itu mengandung 99,95%. Sudah sudah yang paling hampir murni itu ya. Sudah hampir murni dan sudah mendekati untuk menjadi prekursor baterai mobil. Satu tahap lagi menjadi prekursor baterai. Satu tahap lagi. Betul sekali. Wah, menarik banget nih. Wow. E. Oke, jadi dari sana keluar maca yang warna hijau. MHP MHP diapain? Betul. Nah, MHP untuk selanjutnya prosesnya itu nanti dilarutkan kembali dengan menggunakan asam. Hm. Lalu logam-logamnya akan terambil dari MHP tersebut. Lalu kita ekstraksi. He diekstraksi itu kita ambil nikel dan kobaltnya produk utama kita tersebut. Lalu kita masukkan ke proses evaporasi yang ada di belakang kita. Boleh dikasih tahu enggak maksudnya gimana? Oke, jadi itu kita lihat tuh ada yang jatuh-jatuh. Kalau teman-teman lihat kristal warna hijau itu tuh itu alat apa maksudnya gimana? Jadi tadi dari ekstraksi kan kita ambil nikel cobalt-nya. Iya. Lalu nanti kita ambil kadar airnya ya. Kadar air yang dievaporasi. Setelah itu kita keringkan. Kita keringkan menuju alat yang ada di depan kita ini. Seperti itu. Ini namanya alat packaging. Alat packaging. Packaging. Betul. Nah, di alat packaging ini nanti material yang sudah kering itu akan turun turun seperti yang teman-teman bisa lihat yang warna hijau tersebut lalu akan masuk ke dalam jumbo bag. Nah, di dalam jumbo bag ini nanti akan menjadi produk nikel sulfat yang memiliki kadar 22% seperti itu. 21 sampai 22. 22%. He, itu aja harganya udah mahal ya. Untuk harganya kita mengikuti patokan harga yang ada di dunia logam seperti itu. Dunia. Tapi ini lebih mahal dibanding Veronical. Untuk itu setahu saya memang lebih mahal. Wah, menarik nih, Guys. Inilah makanya pentingnya hilirisasi nih. Kalau ini sebetulnya harganya bisa tiga kali lipat nih. Cobalt aja tiga kali lipat yang nikel ini. Apalagi dapat electro winning cobalt yang 99%. 99% ke atas. Wah, ini udah kayak Mas Antam, Guys. Hampir murni ya. Wah, menarik. Boleh kita lihat enggak ini udah disediakan di depan apa? Boleh, Pak. Boleh. Ya, kita cek. Ayo, Guys. Kita lihat. Boleh dijelasin, Pak? Oke. Tadi dari proses sebelumnya MHP itu produk jadinya warnanya hijau kekuningan ya. Jadi hijau seperti ini. Nanti selanjutnya akan kita larutkan, kita ekstraksi, kita evaporasi, lalu kita keringkan. Akan muncul nikel sulfat seperti warna hijau tosca atau baju kita ini seperti ini. Oh, cakep ya. Nah, tapi kita juga punya produk lain yaitu kobalt sulfat. Nah, kobalt sulfat berwarna merah merah keoren-orenan seperti itu ya. Jadi untuk prosesnya sama saja cuman beda area untuk pemerosan saya seperti itu. Ini apa lagi yang ini? Nah, untuk ini yang tadi yang paling menarik adalah electro winning cobalt ya atau dia sudah berbentuk plat seperti itu ya. Memiliki ketebalan sekitar 40 mm ya. Jadi ini yang dibilang cobalt paling murni ya 99,95% ya. Ini elek winning cobalt ya. Jadi kalau mau dilihat ya seperti ini bentuk asli dari elek winning cobalt produk kita seperti itu. Ini cobalt 99,95%. Betul. Wah berat banget ini. Berat banget ini. Kayaknya harganya 1 ton ini bisa Rp600 juta ini, Guys. 1 ton ini kobalt. Ini bukan kobalt sulfat ya, bilangnya kobalt murni ya. Kobalt murni. Wow. Magnetik enggak? Kalau untuk magnetik enggak sih, Pak. Dia tidak magnetis. Oh, makanya dia safe nih kalau dibikin jadi baterai. Hebat. Hebat. Hebat. Jadi itulah gunanya, gunanya hilirisasi. Ya, betul sekali, Pak. kita bisa dapat nilai tambah yang jauh lebih berkali-kali lipat dibandingkan kita langsung ekspor ke negara asing. Sekarang kita bisa dapat nilai tambah lebih banyak, bisa serap lebih banyak lapangan kerja. Dan kalau teman-teman lihat prosesnya ini sangat profesional loh. Ah, dipackaging-packaging kayak ngirim paket ya. Satu karung itu berapa beratnya? Untuk satu karung atau satu jugoboek kita biasa bilang itu sekitar 1.000 kilo atau 1 ton. Oke, guys. Kalau lu mau lihat duit R00 juta, ah lihatlah yang itu tuh. Satu karung itu R00 juta lebih, Guys, nilainya. Oke, let's go. Kita cek ke dalam, Guys. Oke, Guys. Tadi kita udah muter-muter, lihat proses produksinya keren banget, bersih banget. Dan sekarang kita masuk ke bagian yang paling penting. Ini adalah gudang uangnya, Guys. Bersama Pak Jonathan. Terima kasih ya, orang mah capek-capek bongkar berangkas gitu, ya biar dapat. Ini kita disuruh masuk bahkan lihat gudang duitnya. Lu bisa lihat ini satu karung 1 ton. 1 ton satu karung. Dan di sini isinya apa aja? Di sini ada nikel sulfat dan cobalt sulfat. Ada nikel sulfat dan cobalt sulfat. Buat teman-teman biar kebayang satu karung ini beratnya 1 ton. Gambaran kasarnya harganya kurang lebih Rp500 juta. Jadi kalau di sini kapasitas berapa ton? Untuk nikel sulpat Rp55.000 ton per tahun. Untuk sulfat 6.750 ton per tahun. Buset, 55.000 ton per tahun karungnya itu berarti ada R5.000 karung tadi. Harga 1 ton itu Rp500 juta. Kalau Rp55.000 berarti sekitar 25 triliun dari ruangan ini. Ada yang bisa kita bawa pulang enggak, Bang Jo? Kayaknya sakit pinggang juga ya karena beratnya 1 ton, Guys. Tapi can you imagine inilah hasil dari hilirisasi. Iya. Kalau kamu sejujurnya setuju enggak dengan hilirisasi? Saya sangat-sangat setuju ya untuk hilirisasi karena biasanya kita Indonesia mengekspor OR. Sekarang dengan adanya hilirisasi itu menambahnya lapangan pekerjaan lalu menambah juga daya jual daripada nikel yang ada di Indonesia sendiri. Apalagi Indonesia adalah salah satu produsen nikel dan kobalt terbesar di dunia dan mempengaruhi pasar dunia seperti itu. Hebat. Luar biasa nih Jonathan Chris lulusan Tekim UNILA guys. Oke guys, jadi sekarang kita makin paham nih ya proses hilirisasi nikel itu diolah gimana sih? Dari tanah dari biji yang di dalam tanah sampai akhirnya jadi produk industri yang siap pakai. Nah tadi kan kita sudah lihat nih dari sisi pengolahan. Nah yang gua juga pengin lihat adalah sisi yang enggak kalah penting yaitu sisi lingkungan, Guys. Karena gua jujur aja ya, perusahaan tambang itu tetap wajib cinta lingkungan. wajib melakukan kegiatan tambang yang secara berkelanjutan. Jadi buat gua, karena teman-teman tahu ya hobi gua nanam pohon, hobi gua ngasih makan orang hutan, gua pengen cek sih gimana sih proses reklamasinya harita ini. Setuju enggak, Guys? Kita itu udah punya aturan jelas kok dan aturannya sangat mengikat para pengusaha tambang. Salah satu aturannya itu sudah ada di dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang pertambangan mineral dan batubara. Nah, ini undang-undang ini perubahan dari Undang-Undang Minerba sebelumnya. Intinya sih peraturan ini bilang kalau perusahaan itu wajib melakukan reklamasi dan pasca tambang. Artinya sejak awal mereka beroperasi rencana pemulihan lahan itu udah harus disiapkan di awal bukan baru dipikirin belakangan. Dan bukan cuman itu, kita juga udah punya sebetulnya peraturan yang jelas nih dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Salah satunya peraturan Menteri LHK nomor P4 tahun 2021 tentang reklamasi dan pasca tambang di kawasan hutan. Nah, aturan ini penting banget karena dia bilang apa, Guys? Perusahaan itu harus menjaga keseimbangan ekosistem. Jadi harus melakukan penanaman kembali, harus memastikan area bekas tambang tidak menimbulkan bahaya lingkungan seperti longsor, banjir, atau kerusakan vegetasi yang permanen. Nah, hal-hal inilah, Guys, yang namanya good mining practice. Ini GMP wajib dilakukan. Kalau enggak apa? Oh, enggak ada yang mau beli hasil tambang lu. Produk tambang lu enggak laku di pasar internasional. Investor juga takut. Kenapa? Ya, karena perusahaan lu tidak go green artinya. Makanya kita betul-betul harus mendukung hilirisasi tambang yang melakukan good mining practice. Bukan cuma soal seberapa besar produksi tambangnya atau seberapa canggih teknologi pengolahannya. Enggak. Bukan cuma itu doang, Guys. Tapi juga penting gimana sih perusahaan itu memperlakukan alam setelah sumber dayanya kita ambil. Karena at the end of the day, yang namanya 6 bank itu sifatnya sementara. Tapi dampaknya ke lingkungan itu bisa sangat panjang kalau kita tidak kelola dengan benar dari sekarang. Jadi tambang ini penting banget buat kita semua, buat rakyat Indonesia, buat menambah AP band kita. Ujung-ujungnya dipakai buat bikin jembatan, bikin sekolah, bikin jalan. Bagus, betul. Tapi tetap ya ukuran keberhasilan industri tambang buat gua pribadi itu bukan cuma dilihat dari apa yang dihasilkan hari ini, Guys. Tapi juga dari bagaimana kondisi tanahnya besok, kondisi lingkungannya nanti di masa yang akan datang. Di sinilah perjalanan kita berlanjut, Guys. Bukan lagi melihat apa yang diambil dari bumi, tapi apa yang dikembalikan ke bumi. So, tunggu apa lagi, Guys? Yuk, kita cek langsung deh gimana sih si harita ini mengelola lahan bekas tambangnya. Penasaran enggak lu? Let's check this out. Oke, guys. Jadi kita sudah sampai di Himalayan Point. Ini viewp ya. Ini anjungan Himalaya. Viewpint salah satu area dulu bekas proses mining, Pak. Proses pertambangan yang sudah dijauhkan kembali. Jadi ini area untuk melihat em operasional kita. Jadi dari sini kita bisa lihat semua ini kayak menara jaga, Guys. Jadi dari sini kita lihat ke bawah pelabuhannya kelihatan ada krin ada RKF kita, ya. Kilonnya kita. Ini RKF kita, Pak. Jadi betul ini proper banget sih dia sampai bungkus lu batu baranya enggak lu bisa lihat karena itu untuk keperluan semi kopiok betul oke. Tapi yang mayoritas batu bara taruh di sana ya. Betul. Jadi ditutupin guys sampai diselimutin. Jadi bukan orang doang yang selimutin batu bara di sini diselimutin. Lu bayangin. Betul. Dan setupnya setupnya juga lebih instan dibanding membuat bangunan permanen, Pak. Karena dia kan sifatnya kita isi pakai angin, Pak. He. Jadi kita ada video. Betul. menggembung dan kita selalu jaga tekanannya lah untuk dia bisa tetap kokos seperti ini. Oh, I jadi enggak perlu ngecor ya bangun beton sampai tinggi ya dari bawah dia sudah bisa isi. Betul. Bagian bawahnya aja sebagai cangkangnya lah kurang lebih Pak. Sisanya kita akan gunakan yang tadi koldom yang bentuknya gelembung Pak. Ini hebat banget nih. Padahal ini Pak Josep by the way guys dari tim komunikasinya loh. Siap. Tapi ngerti semua tambangnya ya dari sini sampai kita bisa lihat ternyata benar udah pakai PLTS. Benar ya itu PLTS bukan ya? Ini PLTS Pak. Lihat tuh di atas atap bangunan ada yang warna hitam-hitam. Itu pembangkit listrik tenaga surya kita, Pak. Em kita menggunakan metode roof. He. Kita sudah menyiapkan 40 MW hari ini sudah 40 MW sekitar 40 MW pik. Em dan memang lagi proses juga untuk instalasi dan yang lain ya. Ini katanya gunung alami apa enggak alamis yang kita berdiri nih. Kalau konturnya itu kita mengikuti bentang alam yang awal, Pak. Namun tentunya setiap proses penambangan kan kita ada teknik penambangannya sendiri. Nah, namun yang kita jaga setelah proses nambang ini nih, Pak, setelah ditambang kita ee punya kewajiban untuk menghijaukan kembali proses reklamasi. Salah satunya area ini. Inilah contoh penghijauan kita. Inilah salah satunya. Salah satu contohnya ini. Gua kaget sih, lihat ini benar-benar gua enggak percaya sebetulnya ini bekas tambang tapi bisa tumbuh ya pohon ya. Ini bisa tumbuh, Pak. Karena susah banget, Guys. Lu tahulah kalau nambang itu lu kupas atasnya, ambil bawahnya, artinya top soilnya hilang. Terus tiba-tiba bisa ditanam pohon. Serta kalau jenis-jenis tanaman, kita harus ada tanaman pionir, Pak, ya. Untuk ee ngestimul ee ngestimulan tanaman yang lain. Salah satu contohnya ini, Pak. Ini cemara laut, Pak. Dia bisa nyuburin tanah. Dia bisa menjadi salah satu stimulan lah tanaman pionir kita bilang eh kita sebutnya kurang lebih. Tadi kita sepanjang perjalanan lihat banyak cover crop sih, ada muncu nabrak tiata. Kayaknya mereka nanam juga kacang-kacangan gitu, Guys. Itu buat ngikat nitrogen dari udara. Ternyata mereka bikin juga dan tumbuhnya bagus. Tapi kalau terkait dengan proses reklamasi ee yang bekas penambangan tentunya kita catat Pak jenis-jenis tanaman yang dulunya yang enemik ya, yang asli di sini ya. Aset utamanya kita adalah the people. Orangnya ya? Orangnya. Wah, hebat. Hebat. Hebat. Hebat. Waduh, keren, Guys. Benar-benar keren. Ini tambang yang paling elite, kalau saya bisa bilang. Terima kasih, Pak Beni. Bisa ada pohon di tengah-tengah tambang. Bekas tambang, tanam pohon. Bekas tambang, tanam pohon. Jalan terus. Keren, Pak Jo. Siap. Ayo kita lanjut. Mari. Let's go. Let's go. Oke, Guys. Jadi, tadi kita udah habis dari Bukit Himalaya, ya. Kita sekarang sudah tiba di nurserynya P Harita. Sebelah saya ada Pak siapa? Putra. Pak Salam kenal. Salam kenal. Sama siapa? Putri. Mbak Ini beneran putri. Putra- Boleh diterangin enggak kita lagi di mana? Ini apa sih sebenarnya? Oke, sekarang kita lagi di LJI Central Nursery. Heeh. Ini tempat apa sebetulnya? Nursery itu apa? Nah, Nurseri ini tuh tempat sumber bibit-bibit reklamasi itu dibuat sebelum bibbitbit itu didistribusikan ke area reklamasi. He dibuat di sini dulu kan ee ada tanaman pionir sama lokal. Pionir itu di sini ada sengon, ada cemar laut, ada johar, johar, kayu putih gitu. Kayu putih juga ada. Ada juga yang buat gosok-gosok itu. Iya, benar. Oh, benar. Kalau lokal ada Merbau, Gufasa, kemudian ada Gosale gitu. Ada Bus juga. Jadi semua pohon yang kita lihat ditanam itu berangkat dari sini dulu ya? Berangkat dari sini dulu. Kenapa harus ada di sini? dibuat sendiri dulu ya. Karena emang fungsi dari Nursir itu buat pembibitan itu sendiri. Jadi kita bisa punya banyak ya. Iya. Sebelum kita masuk ke dalam boleh tahu enggak ada berapa banyak pohon di dalam? Kalau sekarang di sini untuk kapasitasnya sendiri apabila semua bedeng dari shading host, open area, kemudian routing house itu sekitar R20.000. R20.000 pohon itu bisa buat berapa hektar tuh? Ya sekitar R20.000. Sekitar 7.000an lah, ya. 7.000 hektar. Wah, 7.000 hektar dengan keanekaan hayati yang banyak banget ya. Ini bukan tanaman yang gampang buat tumbuh loh. Ini ada orang bilangnya sih kalatea ya. Kalau di luar orang bilangnya katle ya. Banyak juga tadi. Tadi ada tomat di situ gua lihat ada tomat, ada anggrek di lahan bekas tambang bisa tumbuh, Guys. Gua yakin ini biayanya tinggi banget nih. Bukan cuma itu doang sih, belum tentu juga lu punya duit lu bisa reklamasi karena butuh ilmu juga. Ini pakai irigasi tetes ya. I kita di sini pakai sistem otomotif. Terus kalau yang di motherpace ini sistemnya grip jadi netes gitu. Karena dari apa? Biji ini kan enggak bisa langsung basah kan. Betul. kita harus pelan-pelan tetes gitu. Metode begini jadinya enggak boros air. Iya. Jadi hemat. Ingat ya, air itu sumber yang berharga nih. Jadi ada tiga memproduksi tanaman buat area reklamasi taman sama swasmada pangan. Reklamasi taman-taman dan swasada pangan. Buset gila lahan bekas tambang bisa jadi semuanya. Jadi taman, jadi swasm pangan, sama buat reklamasi. Oke, menarik. Sekarang kita di routing house. Roouting house ini buat akar-akarnya ya. Iya. Tempat pembesaran akar lah sebenarnya ngembangin akar yang setelah di bedeng tabur tadi atau mother plans kita bawa ke sini. Oh ini banyak banget ya. Iya. Ini berapa nih? Ini ada berapa ribu nih? Banyak banget loh kapasitasnya. Ini aja ada berapa? 1 2 3 4 5 * 4 20. Kalau di sini tuh sekitar 16.000 lah. R2 16.000. Iya sekitar 16.000 lah. Gila, Guys. Ini sprinkler semua ya? Sprinkle ibarat kalau di sini sistem penyiramannya pakai misting atau kabut misting? Iya. Setiap jam berapa? Setiap jam sama sekitar jam .00 lah. Sekitar jam .00. Iya. He. Sehari dua kali. Oh. Langit terasa agak gelap. Bukan karena di sini lagi mendung, tapi karena memang di shading. Tapi ini paranetnya yang mahal, Guys. Karena kalau paranet yang murah itu kasat mata kayak tali rapia itu harganya murah. Mungkin Rp2.000 per meter. Kalau ini yang beneran. Ini bisa lama nih. Bisa. Ini ada jambu mete. Ini apa ini? Jambu mete. Ini yang jadi kacang mete. Iya, yang kacang mete yang kita makan di Silver Queen itu. Iya. Oh, ini ee bibinnya ini. Hibinnya ini. Dari sini. Hmm. Lu bayangin ini semua anggrek, ada tahi ayam, ada anggrek bulan, anggrek hutan. Ini bakal ditanam dan memang ditumbuhkan ya di lahan bekas tambang. Jujur gua kaget. Gua belum pernah lihat ada tambang bisa punya tanaman sevariasi ini, sebanyak ini, dan secantik ini, Guys. So, thank you banget teman-teman dari Harita khususnya bagian nursery ya, NV Nursery. Thank you, Teman-teman semuanya. Sampai ketemu lagi. See you next time. Gila sih, Guys. Jujur banget ya, gua sih amaze banget sih pas lihat nursery mereka dan jujur gua lihat nursery mereka bagus. Bagus sekali. Gak pernah gua bahkan lihat nursery sebagus itu. Karena kita sendiri juga ngerti ya, gua ngerti banget dunia tanaman-tanaman lah. Kita kan ada kebun di Kalimantan, kita nanam nanas, semangka, pisang ya. Jadi kita tahu persis lah. Kita kan juga nanam pisang itu buat memberi makan orang hutan di Kalimantan yang udah mau punah. Jadi memang kita wajib nih merawat dengan baik, nyiapin bibitnya, merawat tanamannya dari kecil sampai siap ditanam dan itu biayanya enggak murah, Guys. Jujur nih, gua udah habis miliaran nih cuma buat melindungi orang hutan di Kalimantan. Dan kenapa gua ngotot kita ngerawat pohon-pohon pisang kita itu dari kecil? Ya bukan beli pohon enggak. Tapi kita penting memang berkorban di sini bukan cuma soal beli pohon, tapi memang harus korbanin tenaga, waktu, perawatan, media tanam sampai pengawasan yang konsisten. Karena bisa jadi pohonnya roboh di tengah jalan, kena angin kencang atau tenggelam, kena banjir, akar busuk. Nah, itu harus kita monitor terus, Guys. Dan kalau jujur nih, gua lihat, kita lihat skalanya sebesar ini yang dilakukan Harita, ya gua jadi bisa lihat sih proses reklamasi itu bukan sekedar formalitas ya di perusahaan Harita, tapi ada effort nyata di belakangnya. Real ini enggak ngibul-ngibul nih ternyata nih. Kan enggak mungkin gara-gara gua datang dibangun nursery ini. Enggak. Berarti mereka memang udah lakukan ini dan mereka serius untuk melakukan kegiatan reklamasinya. Oke, guys. Seru banget, kan? Jadi hari ini kita udah dapat banyak ilmu soal dunia pertambangan, soal pentingnya hilirisasi dan kenapa wajib melakukan reklamasi ya, aktivitas pertambangan yang ramah lingkungan. Yah, udah panjang nih hari ini, Guys. Udah cukuplah ya. kayaknya sampai sini dulu ya perjalanan kita nih. Meskipun masih ada satu hal lagi nih yang menurut gua enggak kalah penting nih. Soalnya paling sering jadi perdebatan, Guys. Makanya besok nih gua pengen langsung lihat gimana sih proses pengolahan air di kawasan industri ini. Apa benar sih nikel kita ini merusak biota laut mencemari air? Apa betul media-media asing LSMLSM bayaran George Soros itu membicarakan tentang fakta atau justru hoak? Gua pengen tahu, Guys. Gua harus lihat dengan mata kepala gua. Kalau perlu gua minum nih air lautnya nih. Beneran enggak sih perusahaan tambang ini mencemari lingkungan atau justru sebaliknya, mereka malah memperbaiki ekosistem laut yang ada? Hmm, penasaran enggak sih lu? Okelah, Guys. Gua istirahat dulu, Guys. Gua mesti makan dulu nih. Anyway, investigasi kita belum selesai ya. Masih banyak nih sisi lain pertambangan nikel Indonesia yang harus kita cek dengan mata kepala kita sendiri. So, Teman-teman pastikan ya kalian ikutin terus perjalanannya Benix di Maluku Utara karena kita bakal menggali cerita sebenarnya. Yeah.